Depok , Selatan News
Bertempat di Balairung Universitas Indonesia ,Depok Jawa Barat mengadakan acara GSSD UI SUMMIT & EXPO 2025 & Property Inovasi Award Diberikan kepada 17 Penerima award yaitu Landed Houses Development ada 8 ,High Rise Development Award ada Dua ,Construction Award ada satu san Corporatue Developer award ada enam , demikian kata Ketua Panitia Pelaksana Fithor Muhammad saat ditemui rekan Pers Selatan News, Minggu 23/11/2025
Hadir Ir Maureen Pomsar Lumban Toruan, MM wakil Dirut bidang keuangan, sumber daya dan kerja sama
Ir Maureen Pomsar Lumban Toruan, MM wakil Dirut bidang keuangan, sumber daya dan kerja sama.

Acara ini bertujuan untuk mempertemukan para pelaku industri properti, pemerintah, dan akademisi untuk membahas inovasi dan kolaborasi dalam pembangunan properti berkelanjutan.
Mereka mengadakan pertemuan dan berdiskusi mengenai perkembangan GNSS serta memandang langkah UI memperkenalkan teknologi satelit global ini sebagai inisiatif yang penting bagi Indonesia.
Maureen menyebut bahwa teknologi satelit memiliki peran besar dalam berbagai aplikasi, termasuk pertahanan, keamanan, mitigasi bencana, industri, hingga sektor perumahan yang memerlukan data geospasial.
Melalui kegiatan ini, Maureen menegaskan bahwa UI ingin memperkenalkan bahwa Indonesia perlu mengembangkan kompetensi lebih lanjut dalam teknologi satelit agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat keunggulan di kawasan. Ini menjadi salah satu arah strategis SPPB UI dalam memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian multidisiplin.
Lebih lanjut Ir Maureen menyampaikan, Expo ini berhasil menarik kehadiran masyarakat luas. Pada hari pertama, antusiasme pengunjung mencapai 700 hingga 1.000 orang. Jumlah tersebut sempat menurun pada Kamis dan Jumat, namun kembali meningkat hingga mencapai sekitar 1.200 pengunjung per hari pada Sabtu dan Minggu. Total peserta yang hadir selama lima hari diperkirakan mencapai 5.000 hingga 10.000 orang. Pameran ini diikuti 70 hingga 100 tenant yang berasal dari pengembang properti, perbankan, institusi pemerintah, serta berbagai sektor terkait lainnya.
Selain pameran properti dan teknologi satelit, Maureen juga menyebut bahwa expo ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, termasuk pemutaran film berbasis artificial intelligence serta sesi edukasi pembuatan film. Salah satu film yang ditampilkan adalah karya bertema Pangeran Diponegoro yang sedang viral dan menjadi salah satu tayangan teknologi sinema berbasis AI terpanjang di Asia. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa SPPB UI tidak hanya berfokus pada properti dan teknologi satelit, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi lain yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ir Maureen mengatakan , struktur akademik sekolah ini. SPPB UI merupakan sekolah multidisiplin yang menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. Sekolah ini menaungi berbagai program studi yang tidak memiliki jenjang S1, sehingga membuka peluang bagi lulusan dari berbagai fakultas untuk menempuh pendidikan magister dan doktoral. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif mencapai sekitar 1.000 orang, sementara jumlah alumni telah melampaui jumlah tersebut.
Program penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui jalur SIMAK UI dan penerimaan mandiri lainnya.
Ia juga menjelaskan bahwa SPPB UI merupakan hasil restrukturisasi dua sekolah sebelumnya, yaitu Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global. Keduanya resmi digabung dan dibentuk ulang menjadi Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan pada 22 Oktober 2025 untuk memperkuat daya saing akademik dan penelitian UI dalam isu global.
Mengakhiri keterangannya, Maureen menyampaikan harapannya agar kegiatan GSSD UI Summit & Expo 2025, GNSS 2025 Indonesia Summit & Expo, dan Propertinovasi Conference & Expo 2025 dapat menjadi ajang tahunan yang semakin baik, komprehensif, dan berdampak besar.
Ia berharap sekolah ini semakin dikenal publik, pemerintah, industri, serta komunitas internasional sebagai think-tank strategis UI yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global dalam mengatasi berbagai masalah pembangunan berkelanjutan ujar Ir Maureen Kepada Selatan News















































