
Ciater, Subang, Jawa Barat,- Pemikiran genuin bisa saja lahir dari kelompok kecil. Majelis GAZA mungkin masuk didalamnya. Faktanya, lembaga yang dipimpin oleh Diki Candra Purnama begitu serius mengaji terkait akhir zaman. Kepada sejumlah media, Kang Diki begitu akrab dia dipanggil menuangkan konsepnya lewat Blueprint dan Roadmap 2026-2030.
Menurutnya, Makna Blueprint ini adalah sebagai migrasi dalam era modern bisa berbentuk “perpindahan geografis”, “pembentukan enclave komunitas”, bahkan perpindahan digital (komunitas iman global). Ini tidak harus dramatis, seringkali harus bertahap.
Dalam banyak mimpi eskatologis, kata Kang Diki, yang diterima Majelis GAZA, simbol ini sering muncul. Masyarakat yang tangguh tumbuh dari komunitas-komunitas kecil yang kuat.
“Perubahan dunia jarang dimulai dari struktur besar”. la hampir selalu dimulai dari komunitas kecil yang kokoh. Dan tradisi Islam telah lama mengantisipasi keberadaan kelompok seperti ini.
“Eskatologi Islam dan mubasyirat, menunjukkan munculnya komunitas-komunitas inti (yang jumlahnya sedikit) yang menjaga iman, memperkuat solidaritas, dan menjadi fondasi stabilitas di tengah tekanan sejarah,” katanya.
Dalam Roadmap ini, kata Kang Diki, Urutan makro bila disusun adalah sebagai berikut: Tahun 2026 → Awal disrupsi, Tahun 2027 → Percepatan krisis, Tahun 2028 → Titik belok peradaban baru. Tahun 2029 → Guncangan besar global.
Setelah itu akan terjadi Penyaringan Spiritual Umat (Great Filtering) untuk menuju tahun 2030 sebagai fase lahirnya TATANAN BARU TAKDIR ALLAH.
“Maka fenomena akhir zaman menempatkan tahun 2030 = awal stabilisasi setelah badai. Namun stabil bukan berarti mudah, melainkan dunia sudah berubah bentuk. Dalam teori sejarah panjang, ini sering disebut Post-Crisis Reordering,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi fenomena ini Kang Diki akan menyampaikan konsep yang berupa Blueprint dan Roadmap 2026-2030 kepada semua pihak terutama kepada pemerintahan Prabowo- Gibran.
” Konsep yang nantinya akan dijadikan sebuah buku ini akan saya sampaikan kepada semua pihak termasuk organisasi Islam dan lembaga dalam dan luar negeri, terutama kepada pemerintah dibawah Prabowo- Gibran, “pungkasnya. ( Amrul).














































