Jakarta, Sebanyak 53 tokoh Ulama, Zuama, dan Cendekiawan Muslim melakukan Penandatangan Seruan tentang Urgensi Persatuan Dunia Islam untuk Penciptaan Tata Dunia Baru yang Damai, Adil, Sejahtera, dan Beradab. Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/4/2026), disampaikan enam poin seruan yang telah ditandatangani pada 2 April 2026 lalu.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga sebagai Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menjelaskan, keenam poin tersebut, Pertama, terkait dengan serangan Amerika Serikat dan Israel atas Iran yang menimbulkan tragedi kemanusiaan baru, sementara tragedi kemanusiaan oleh Zionis Israel di Gaza, Palestina belum lenyap.
Menurutnya, serangan dengan alasan superfisial bahwa Iran memiliki senjata nuklir yang bisa menjangkau Amerika Serikat dan terbukti tidak ada, merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara lain, hukum internasional, hak-hak asasi manusia, dan pengabaian eksistensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, agresi Amerika Serikat dan Israel yang dilakukan pada Bulan Suci Ramadhan dan membunuh seratus lebih anak-anak yang sedang belajar, patut dinilai sebagai kejahatan kemanusiaan, kebiadaban, dan aksi teror yang nyata.
“Perang tersebut telah membawa dampak buruk berskala global dalam bidang politik dan ekonomi. Jika hal ini tidak segera dihentikan maka potensial menyulut perangglobal dengan dampak lebih buruk bagi peradaban dunia secara menyeluruh,” ujar Dien
Kedua, lanjut Dien, mendesak dilakukannya ishlah syamilah yakni perbaikan menyeluruh berupa penghentian perang total dan permanen, penyelesaian konflik secara berkeadilan, dan perbaikan tata kehidupan global atas dasar kebenaran, keadilan, kedamaian, dan keadaban. Betapapun, perang yang berkelanjutan dan meluas akan membawa malapetaka dunia dan kehancuran peradaban umat manusia.
Ketiga, kami mendesak PBB dan Lembaga Internasional relevan, seperti Dewan Keamanan PBB, International Court of Justice/ICJ, dan International Criminal Court/ICC, untuk mengenakan dan mengakkan sanksi tegas dan berat kepada penyebab perang, yaitu Amerika Serikat dan Israel, dengan meminta komitmen mereka agar tidak akan mengulangi lagi tindak penyerangan, pendudukan, dan penjajahan atas negara berdaulat lain, termasuk atas Palestina.
Pada saat yang sama, Amerika Serikat dan Israel agar menaati prinsip-prinsip hak-hak Asasi manusia, demokrasi, hukum-hukum internasional secara murni dan konsekwen. Amerika Serikat, khususnya, agar menanggalkan arogansi dan orientasi hegemonik serta melepas sikap standar ganda dalam menyelesaikan konflik IsraelPalestina, dan konflik-konflik lain di dunia.
“Kami meminta kepada para pemimpin negara-negara Islam agar mengedepankan persatuan dan solidaritas keislaman, mengagungkan kejayaan Islam, dan bersatu padu dalam menghadapi ancaman terhadap Dunia Islam dan peradaban dunia,” tegasnya.
Ia berharap agar para pemimpin negara Islam bersepakat dalam upaya pembelaan terhadap Bangsa Palestina untuk merdeka dan berdaulat, dan menjaga Kiblat Pertama Umat Islam, al-Masjid Al’Aqsha, dari pendudukan dan penguasaan oleh Tentara Zionis Israel. Umat Islam diserukan untuk tidak terhasut oleh politik divide etempera yang mengembangkan perbedaan antara Sunni dan Syiah, maupun antara Arab dan Persia.
“Untuk itu Dunia Islam, selain membangun solidaritas internal umat Islam, juga perlu mengembangkan solidaritas eksternal dengan bangsa cinta perdamaian dan keadilan di seluruh dunia. Sudah saatnya, dengan mengambil ibrah dan hikmah dari balik musibah, kita menggerakkan suatu Aliansi Global untuk Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan dengan semangat persaudaraan kemanusiaan, membangun Tata Dunia Baru yang damai, adil, sejahtera, dan beradab,” pungkasnya. (R)













































