
*AKLI Dorong Sertifikasi Tenaga Listrik di Inatronic 2026, Sinergi dengan Kementerian dan Industri*
_Wawancara Santoso, Bagian Sertifikasi AKLI Pusat_
*JAKARTA* – Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor kelistrikan melalui sertifikasi resmi. Hal ini disampaikan Santoso dari Bagian Sertifikasi AKLI Pusat dalam ajang pameran Inatronic 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
*Sinergi dengan Kementerian untuk Sertifikasi*
Santoso menjelaskan, AKLI melalui APLI (Asosiasi Profesi Listrik Indonesia) bersinergi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam proses penerbitan sertifikasi tenaga kerja bidang kelistrikan.
“Untuk tenaga ahli, mereka dapat mengikuti ujian sertifikasi melalui lembaga terkait seperti APEI. Dan AKLI melalui PT. AKLIMA dan APEI (asosiasi Profesionalisme Elektrikal Indonesia) dalam proses penerbitan sertifikasi badan usaha dan tenaga kerja
*Kebutuhan Wajib Perusahaan*
Menurutnya, keberadaan tenaga listrik bersertifikat menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan, terutama sebagai penanggung jawab teknik dalam setiap proyek kelistrikan.
“Setiap perusahaan membutuhkan tenaga ahli bersertifikat, baik sebagai engineer maupun tenaga teknis. Ini menjadi bagian dari standar kompetensi yang harus dipenuhi,” jelasnya.
*Dua Jalur Sertifikasi: Individu dan Badan Usaha*
Lebih lanjut, ia menerangkan proses sertifikasi dibagi menjadi dua kategori. Untuk tenaga ahli atau perorangan, sertifikasi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Sementara untuk badan usaha dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU).
“Untuk perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikat badan usaha, prosesnya dilakukan melalui LSBU. Sedangkan tenaga ahli mengikuti jalur LSK,” tambahnya.
*Aktif Edukasi Lewat Pameran dan Pelatihan*
AKLI juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku industri melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran, konferensi, dan pelatihan yang rutin digelar.
“Kami terus berkolaborasi dengan kontraktor dan pabrikan. Melalui event seperti ini, kami berbagi informasi, membuka akses sertifikasi, sekaligus meningkatkan kualitas SDM di sektor kelistrikan,” katanya.
Santoso berharap, melalui sertifikasi yang terstandarisasi, para pelaku industri listrik di Indonesia dapat semakin kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. ( M. Harun).





































