Jakarta – Lembaga Kajian Strategis Indonesia (LEMKASI) menilai tuntutan pencopotan Direktur Utama Darmawan Prasodjo pasca gangguan kelistrikan di Sumatra merupakan sikap yang terburu-buru dan tidak mencerminkan penilaian yang objektif terhadap kinerja perusahaan.
Ketua Umum LEMKASI, Zul Saddam, menyatakan bahwa insiden blackout memang harus dievaluasi secara menyeluruh. Namun menurutnya, sangat tidak adil apabila satu gangguan teknis dijadikan dasar untuk menghakimi kepemimpinan Darmawan Prasodjo yang selama ini justru berhasil membawa PLN melakukan transformasi besar-besaran.
“Kami menilai Darmawan Prasodjo adalah salah satu direktur utama PLN yang berhasil mendorong perubahan fundamental dalam tata kelola perusahaan. Jangan sampai satu insiden yang masih dalam proses evaluasi dijadikan alasan untuk menghapus seluruh prestasi yang telah dicapai PLN selama beberapa tahun terakhir,” tegas Zul Saddam.
Menurut LEMKASI, di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo, PLN berhasil melakukan transformasi digital yang diakui sebagai salah satu reformasi terbesar di lingkungan BUMN. Digitalisasi pembangkit, transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan telah meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan dalam sistem kelistrikan nasional.
LEMKASI juga mencatat bahwa selama kepemimpinan Darmawan, PLN mampu menjaga pasokan listrik nasional dalam berbagai momentum penting, termasuk agenda internasional, kawasan industri strategis, serta pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat setiap tahun.
“Publik harus jujur melihat fakta. Ketika listrik tersedia 24 jam sehari tanpa gangguan, jarang ada yang memberikan apresiasi. Namun ketika terjadi satu gangguan besar, semua kesalahan langsung diarahkan kepada direktur utama. Cara berpikir seperti ini tidak mencerminkan penilaian yang berimbang,” ujar Zul Saddam.
Selain itu, Darmawan Prasodjo dinilai berhasil mempercepat agenda transisi energi nasional melalui pengembangan pembangkit energi baru terbarukan, pembangunan ekosistem kendaraan listrik, serta berbagai inovasi yang mendukung target net zero emission Indonesia.
LEMKASI menilai keberhasilan PLN selama beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari kepemimpinan yang kuat dan kemampuan Darmawan dalam melakukan konsolidasi internal perusahaan yang memiliki jaringan operasional sangat luas, mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi hingga pelayanan pelanggan di seluruh Indonesia.
Dalam pandangan LEMKASI, gangguan sistem kelistrikan berskala besar merupakan risiko yang dapat terjadi pada sistem tenaga listrik mana pun di dunia. Bahkan negara-negara maju dengan teknologi yang lebih mapan sekalipun pernah mengalami blackout akibat gangguan transmisi, kegagalan sistem proteksi, bencana alam, maupun faktor teknis lainnya.
“Yang harus dilihat adalah bagaimana respons manajemen. Dalam kasus Sumatra, PLN bergerak cepat melakukan pemulihan, memberikan penjelasan kepada masyarakat, dan melakukan investigasi untuk mengetahui akar persoalan. Itu menunjukkan adanya tanggung jawab dan kepemimpinan yang bekerja,” kata Zul Saddam.
LEMKASI juga mengingatkan bahwa PLN saat ini mengelola salah satu sistem kelistrikan terbesar di Asia Tenggara dengan jutaan pelanggan dan infrastruktur yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Kompleksitas tersebut membutuhkan evaluasi yang berbasis data dan fakta, bukan sekadar tekanan opini publik sesaat.
Karena itu, LEMKASI menolak narasi yang secara prematur menyimpulkan bahwa Darmawan Prasodjo harus bertanggung jawab secara pribadi atas seluruh aspek teknis yang terjadi di lapangan.
“Jika ada kekurangan, perbaiki. Jika ada kelemahan sistem, benahi. Namun jangan menjadikan Darmawan Prasodjo sebagai kambing hitam atas persoalan yang harus dilihat secara komprehensif. Justru saat ini PLN membutuhkan dukungan untuk memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional, bukan kegaduhan yang kontraproduktif,” tegas Zul Saddam.
Di akhir pernyataannya, LEMKASI mendorong seluruh pihak untuk mengawal proses evaluasi blackout Sumatra secara profesional dan berbasis fakta teknis. Lembaga tersebut meyakini bahwa kepemimpinan Darmawan Prasodjo masih memiliki peran penting dalam melanjutkan transformasi PLN menuju perusahaan energi modern yang andal, efisien, dan mampu menjawab tantangan ketahanan energi Indonesia di masa depan.














































