
JAKARTA , Selatan News
PT Maha Kimia Indonesia memperkenalkan sejumlah bahan baku fungsional dan inovatif untuk industri makanan, minuman, suplemen, serta produk kesehatan dan kecantikan dalam ajang Food Ingredients Asia (FI Asia) yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. 16/9/2026
Melalui kehadirannya di Booth C Pameran Fi Jiexpo Kemayoran , PT Maha Kimia Indonesia menampilkan berbagai produk dari sejumlah principal internasional, termasuk Euromed dari Spanyol serta pemasok bahan baku dari India dan China. Produk-produk tersebut menyasar tren industri yang berkembang, seperti healthy lifestyle, weight management, beauty, kesehatan pria, hingga pengurangan penggunaan gula.
Manager Living Sciences PT Maha Kimia Indonesia, Dedi Purwanto, mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan di Fi Asia menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai solusi bahan baku yang dapat dikembangkan oleh produsen lokal sesuai kebutuhan pasar Indonesia.
“Dalam event kali ini kami membawa beberapa produk dari principal Eropa, khususnya Euromed dari Spanyol. Produk yang kami tampilkan antara lain ekstrak bahan alami yang memiliki aplikasi untuk beauty, kesehatan kardiovaskular, serta weight management,” ujar Dedi Purwanto saat ditemui di Booth C FI Asia di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Salah satu bahan baku yang diperkenalkan adalah ekstrak kesemek (persimmon). Bahan ini dikembangkan untuk berbagai aplikasi produk berbasis kesehatan dan kecantikan.
Selain itu, terdapat bahan baku untuk kategori weight management yang ditujukan untuk membantu program pengelolaan berat badan dengan tetap memperhatikan pemeliharaan massa otot.
PT Maha Kimia Indonesia juga memperkenalkan bahan baku dari India, termasuk fenugreek dan serat pangan. Fenugreek dikenal luas sebagai bahan herbal yang dapat diaplikasikan pada produk kesehatan pria, stamina, serta produk yang ditujukan sebagai ASI booster.
Sementara itu, serat pangan dapat dimanfaatkan dalam formulasi produk weight management karena memberikan sensasi kenyang.
“Untuk produk dari India ada fenugreek yang aplikasinya cukup luas, antara lain untuk kesehatan pria, stamina dan ASI booster. Ada juga bahan serat yang dapat digunakan untuk membantu memberikan efek kenyang dalam formulasi produk slimming,” jelas Dedi.
Menurutnya, salah satu keunggulan bahan serat yang ditawarkan adalah karakteristiknya yang tidak mudah menggumpal setelah dilarutkan.
Karakteristik tersebut menjadi nilai tambah bagi produsen dalam mengembangkan produk pangan maupun minuman dengan formulasi berbasis serat
Dorong Pengembangan Produk Lokal
Dedi menambahkan, berbagai bahan baku yang ditawarkan PT Maha Kimia Indonesia ditujukan terutama untuk kebutuhan business-to-business (B2B). Perusahaan memasok bahan baku kepada produsen dan pengguna industri di Indonesia yang selanjutnya dapat mengembangkan produk sesuai formulasi masing-masing.
“Target kami adalah user industri, dari perusahaan ke perusahaan. Jadi bukan menjual produk retail, tetapi menyediakan bahan baku yang bisa digunakan oleh produsen lokal,” katanya.
Dari sisi regulasi dan kualitas, perusahaan juga memperhatikan aspek sertifikasi yang dibutuhkan industri, termasuk halal dan standar kualitas yang relevan, sehingga bahan baku dapat lebih mudah diintegrasikan ke dalam proses pengembangan produk di Indonesia.
Stevia untuk Tren Zero Sugar.
Selain bahan baku herbal dan serat, PT Maha Kimia Indonesia turut menyoroti stevia sebagai salah satu bahan pemanis yang semakin relevan dengan perubahan tren konsumsi.
Stevia merupakan pemanis intensitas tinggi yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana.
Dengan tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi dibandingkan gula, stevia dapat digunakan dalam jumlah relatif kecil untuk memberikan rasa manis pada berbagai aplikasi pangan dan minuman.
“Kami juga membawa pemanis stevia. Sekarang konsumen semakin memperhatikan kesehatan, sehingga kebutuhan terhadap produk dengan pengurangan gula semakin meningkat,” ujar Ibu Nurlita sebagai Team Leader divisi Food maha kimia Indonesia
Menurut Dedi, stevia yang ditawarkan memiliki tingkat kemanisan 600 kali dibandingkan gula, tergantung jenis atau grade yang digunakan. Dengan tingkat kemanisan tersebut, penggunaan stevia berpotensi membantu produsen mengurangi penggunaan gula dalam formulasi sekaligus mengembangkan produk dengan konsep zero sugar, sepanjang formulasi dan persyaratan klaim produk memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Dari sisi biaya, karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, penggunaannya bisa lebih sedikit dibandingkan gula. Ini menjadi salah satu pertimbangan bagi produsen dari sisi formulasi dan efisiensi biaya,” jelasnya.
Stevia juga dapat diaplikasikan pada berbagai kategori produk, termasuk minuman, makanan, maupun suplemen.
PT Maha Kimia Indonesia membuka peluang bagi produsen yang ingin mengeksplorasi penggunaan stevia sebagai alternatif pemanis dalam pengembangan produk mereka.
Menjawab Perubahan Tren Industri.
Dedi , melihat perubahan gaya hidup dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan terhadap bahan baku inovatif.
Produsen makanan dan minuman kini tidak hanya dituntut menghadirkan produk yang memiliki rasa dan kualitas baik, tetapi juga semakin memperhatikan aspek seperti pengurangan gula, kandungan serat, bahan-bahan alami, serta produk yang mendukung gaya hidup sehat.
Melalui partisipasinya di Fi Asia, PT Maha Kimia Indonesia ingin memperkuat perannya sebagai mitra bagi industri dalam menyediakan bahan baku dan solusi formulasi untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Kami berharap melalui FI Asia ini semakin banyak produsen yang mengenal bahan-bahan yang kami tawarkan dan kemudian dapat mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” pungkas Dedi Purwanto.
Dengan portofolio bahan baku dari berbagai principal internasional, PT Maha Kimia Indonesia terus membuka peluang kolaborasi dengan produsen lokal untuk menghadirkan inovasi produk di sektor makanan, minuman, suplemen, kesehatan, dan kecantikan.
PT Maha Kimia Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan dan distribusi bahan baku untuk kebutuhan industri, termasuk bahan baku pangan, nutrisi, kesehatan, serta berbagai aplikasi industri lainnya.
Melalui kerja sama dengan principal internasional, perusahaan menyediakan berbagai bahan baku dan solusi yang dapat dimanfaatkan oleh produsen di Indonesia untuk pengembangan produk.









































