Ice BSd , Selatan News
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui konsep pelayanan satu pintu yang semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat. Hampir seluruh layanan kini telah tersedia melalui gerai pelayanan masing-masing, sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan administrasi pemerintahan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Morowali Utara, Armansyah Abdul Pattah, S.Sos., M.Si., mengatakan keberadaan gerai-gerai pelayanan tersebut memberikan dampak positif, terutama dalam memangkas jarak dan waktu masyarakat dalam mengakses layanan publik.
Menurut Armansyah, sejumlah layanan yang sebelumnya sulit dijangkau masyarakat karena faktor geografis kini dapat dilaksanakan lebih dekat.
Salah satunya adalah pelayanan isbat nikah dan nikah massal bagi masyarakat Muslim yang secara rutin dilaksanakan oleh Pengadilan Agama setiap pekan.
“Alhamdulillah, hampir semua kekurangan, baik jaringan, peralatan maupun sumber daya manusia, sudah didukung. Pelayanan yang selama ini jauh, sekarang bisa dilaksanakan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Armansyah saat ditemui di booth Kabupaten Morowali Utara pada Pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (28/8/2026).
Ia menambahkan, peningkatan pelayanan publik tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Pemerintah daerah berupaya memastikan sarana, jaringan, peralatan, serta personel yang dibutuhkan dapat menunjang kelancaran pelayanan.
Namun demikian, Armansyah mengakui bahwa tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, tetapi juga efisiensi anggaran.
Kebijakan pemotongan anggaran memberikan dampak cukup besar terhadap ruang fiskal pemerintah daerah.
“Sekarang tantangannya terkait efisiensi. Pemotongan anggaran sangat banyak, sehingga yang bisa berjalan terutama gaji dan TPP. Itu pun TPP baru lima bulan yang dibayarkan,” katanya.
Potensi Investasi Besar, Legalitas Lahan Jadi Perhatian
Di sisi lain, Morowali Utara memiliki potensi besar untuk menarik investasi, khususnya di sektor pertambangan dan industri pengolahan nikel.
Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan daerah yang terus diperkenalkan kepada calon investor melalui berbagai ajang promosi investasi.
Meski demikian, Armansyah menyebut persoalan legalitas lahan masih menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius dalam proses investasi di daerah.
“Kalau masalah di daerah biasanya terkait legalitas lahan. Itu yang cukup merepotkan, karena legalitas lahan bisa bermasalah,” jelasnya.
Morowali Utara sendiri memiliki sumber daya nikel yang menjadi daya tarik bagi investor, termasuk investor dari luar negeri.
Menurut Armansyah, potensi tersebut harus dikelola secara baik dengan tetap memperhatikan kepastian hukum dan kepentingan pembangunan daerah.
Melalui keikutsertaan dalam Apkasi Otonomi Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap semakin banyak investor yang tertarik melihat potensi daerah tersebut.
“Harapan kita, Insyaallah akan lebih banyak yang tertarik ke Morowali Utara.
Kalau belum tertarik sekarang, mudah-mudahan tahun-tahun mendatang mereka bisa datang. Kita berharap informasi yang mereka perlukan bisa kita siapkan dan berikan secepatnya,” pungkas Armansyah.
Keikutsertaan Morowali Utara dalam ajang pameran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi investasi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan para pelaku usaha.
Dengan dukungan pelayanan publik yang semakin mudah diakses, pemerintah daerah optimistis iklim investasi di Morowali Utara dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.














































