JAKARTA – Mahasiswa Berdialektika Dengan Logika Sumatera Utara (Madilog Sumut) kembali menggelar Aksi Unjuk Rasa Jilid IV di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Aksi ini merupakan bentuk konsistensi Madilog Sumut mendesak KPK RI segera mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tapanuli Selatan yang diperkirakan bernilai Rp200 miliar hingga Rp250 miliar, Jumat (7/8/2026).
Koordinator aksi, Habibi Hasibuan, menegaskan akan terus konsisten menggelar aksi unjuk rasa setiap minggunya di Gedung KPK RI sampai dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan sekolah rakyat betul-betul diusut tuntas.
Madilog Sumut mendesak KPK RI segera mengusut dugaan penggunaan material yang diduga berasal dari galian C tanpa izin, dugaan mark-up anggaran, serta memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek.
“Kami nyakin, ketika KPK RI membuka saja sedikit penyidikat pasti akan menemukan kejanggalan dalam proses pembangunan sekolah rakyat di kabupaten Tapanuli Selatan yang memakan anggaran ratusan rupiah. Maka dengan tegas kami mendesak KPK RI untuk turun langsung ke Tapanuli Selatan, periksa dan tangkap Direktur Nindya Karya jika terbukti bersalah”. Tegas Habibi
Madilog Sumut menegaskan akan terus menggelar aksi hingga terdapat kepastian hukum dan langkah nyata dari KPK RI dalam menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut.











































