JHCC, Selatan News
PT Sumbawa Timur Geothermal (STG) menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih dan terbarukan untuk mendukung kebutuhan listrik sendiri di sektor industri, khususnya kegiatan pertambangan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Teknik Panas Bumi PT Sumbawa Timur Geothermal (STG), Petto Mawajaya, saat ditemui seusai sesi presentasi dan talkshow pada acara hari kedua kamis 20/8 /2026 , The 12th International Geothermal Convention & Exhibition (IGGC) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta.
Petto menjelaskan, STG saat ini masih berada pada tahap eksplorasi setelah memperoleh izin panas bumi dari pemerintah pada 2025.
Tahapan pengembangan selanjutnya akan mencakup pemboran eksplorasi hingga pengembangan lapangan panas bumi untuk menghasilkan listrik yang nantinya dimanfaatkan bagi kebutuhan sendiri PT Sumbawa Timur Mining.
“Sekarang ini kami masih dalam tahap eksplorasi, sehingga belum menghasilkan listrik. Perkiraan kami, pada 2032 produksi tahap pertama ditargetkan mencapai 15 MW. Setelah itu akan dikembangkan hingga tahap berikutnya dengan kapasitas sekitar 45 MW,” ujar Petto.
Menurut Petto, pemanfaatan listrik dari panas bumi untuk kepentingan sendiri atau own use merupakan salah satu peluang strategis dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, terutama bagi sektor industri dan pertambangan yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
STG berharap pengembangan proyek panas bumi di Sumbawa Timur dapat menjadi contoh bahwa perusahaan pertambangan maupun industri dapat memanfaatkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi beremisi tinggi.
“Target pertama kami adalah menginformasikan kepada masyarakat, dunia industri geothermal, maupun masyarakat Indonesia secara umum bahwa penggunaan listrik dari panas bumi untuk kepentingan sendiri itu dimungkinkan. Ini merupakan salah satu bagian dari transisi energi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan proyek tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak perusahaan, baik di sektor pertambangan maupun industri lainnya, untuk mulai mempertimbangkan panas bumi sebagai sumber energi bagi kegiatan operasional mereka.
“Harapan kami, dengan adanya seperti ini akan ada banyak perusahaan lain, baik perusahaan tambang maupun industri lainnya, yang mau menggunakan energi panas bumi untuk menyuplai listrik bagi kegiatannya sendiri,” tambah Petto.
Panas Bumi untuk Generasi Mendatang
Selain kepentingan industri, STG juga menilai edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan potensi panas bumi menjadi bagian penting dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Petto menekankan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang dapat terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan energi bagi generasi mendatang.
“Yang paling utama adalah masyarakat memahami bahwa geothermal itu bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk anak cucu kita. Energi ini bersih dan terbarukan, sehingga sangat penting untuk masa depan,” katanya.
Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam pengembangan energi panas bumi. Pemanfaatan panas bumi untuk pembangkitan listrik di Indonesia telah dimulai sejak 1983 melalui pengembangan Lapangan Panas Bumi Kamojang, Garut, Jawa Barat.
Dengan pengembangan proyek panas bumi Sumbawa Timur, STG berharap energi terbarukan semakin berperan dalam memenuhi kebutuhan energi sektor industri, sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan rendah emisi.
PT Sumbawa Timur Geothermal merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan energi panas bumi di wilayah Sumbawa Timur. Saat ini, perusahaan berfokus pada kegiatan eksplorasi serta mempersiapkan tahapan pengembangan lapangan panas bumi yang diarahkan untuk mendukung penyediaan listrik bagi kebutuhan sendiri PT Sumbawa Timur Mining.
“Panas bumi bukan hanya tentang menghasilkan listrik hari ini, tetapi juga bagaimana kita menyiapkan sumber energi yang bersih dan berkelanjutan untuk kebutuhan industri dan generasi mendatang,” pungkas Petto kepada Selatan News











































