By : Reynold. A
Ada dua nama yang belakangan menarik perhatian dalam dunia pembiayaan pembangunan Indonesia.
JAKARTA BOND dan PATRIOT BOND
Yang satu lahir dari Ide out of box Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Yang satu digagas oleh petinggi sebuah lembaga super besar “DANANTARA” untuk mendukung pembiayaan investasi dan proyek strategis nasional.
Keduanya memiliki tujuan mulia dan besar
Keduanya membutuhkan investor
Dan yang paling penting keduanya membutuhkan kepercayaan.
Tetapi justru karena berbicara tentang uang dalam jumlah besar dan pembangunan yang menyangkut kepentingan banyak orang, ada satu pertanyaan sederhana yang layak kita ajukan.
“Seberapa terang kita bisa melihat ke mana uang itu akan pergi?”
Karena dalam urusan pembiayaan, kepercayaan tidak cukup hanya diminta. Kepercayaan harus dibangun.
Dan salah satu bahan bakunya adalah keterbukaan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membuka rencana penggunaan Obligasi Daerahnya kepada publik.
Proyek yang menjadi sasaran telah disebutkan.
Bidang pembangunannya telah dijelaskan.
Arah penggunaannya pun telah disampaikan.
Masyarakat tidak hanya diberi tahu bahwa Jakarta membutuhkan pembiayaan.
Masyarakat diberi gambaran,
“uang itu akan dibawa ke mana.”
Ini penting, Sebab seorang investor tentu tidak hanya ingin tahu berapa imbal hasil yang akan diperolehnya.
Ia juga ingin tahu,
uangnya bekerja di mana.
Masyarakat pun demikian.
Mereka ingin tahu uang yang dihimpun atas nama pembangunan itu akhirnya berubah menjadi apa.
Di sinilah keterbukaan menjadi sangat berharga
Bukan karena pemerintah harus dicurigai
Justru karena pemerintah ingin dipercaya
Dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tidak Hanya Mengajak Percaya.
Patriot Bond adalah langkah besar yang patut kita dukung sepanjang dijalankan dengan tata kelola dan keterbukaan yang kuat.
Arah besarnya telah disampaikan.
Proyek-proyek energi terbarukan dan pengolahan sampah menjadi energi menjadi bagian penting dari pemanfaatannya.
Bahkan sejumlah proyek PSEL sudah bergerak dalam proses seleksi dan pengembangan.
Namun justru karena skala dan dampaknya bersifat nasional, pertanyaan berikutnya menjadi sangat penting,
“Seberapa detail publik dapat mengikuti perjalanan uang Patriot Bond dari saat dihimpun hingga menjadi proyek nyata?”
Bukan sekadar ucapan, “Dana ini untuk pembangunan.”
Tetapi….
“Ini proyeknya.”
“Ini lokasinya.”
“Ini bagian dari pembiayaannya.”
“Ini tahap pekerjaannya.”
“Dan ini hasil yang sudah dicapai.”
Itulah level keterbukaan yang membuat kepercayaan publik dan investor semakin kokoh.
Narasi ini semua keluar Bukan di landasi atas rasa Curiga, Justru karena Ingin Tetap Percaya.
Di sinilah kita harus membedakan antara mempertanyakan dan menuduh.
Meminta keterbukaan bukan berarti menuduh ada penyalahgunaan.
Meminta rincian atau progres bukan berarti mencurigai pengelolanya.
Meminta masyarakat dapat mengikuti jejak dana bukan berarti meragukan niat baik pemerintah.
Justru sebaliknya, Kita ingin niat baik tersebut memiliki bukti kongkrit yang dapat dilihat oleh masyarakat dan tak terbantahkan.
Karena ada satu hal yang sering kita lupakan.
“Niat baik tidak akan pernah sekuat transparansi yang bisa diperiksa.”
Ketika semuanya terang, ruang untuk prasangka menjadi semakin kecil.
Ketika semuanya dapat ditelusuri, ruang untuk spekulasi semakin sempit.
Dan ketika setiap rupiah memiliki jejak yang jelas, masyarakat tidak perlu dipaksa untuk percaya.
Mereka akan percaya karena melihat
Dan tak ada ruang bagi para pihak yang selama ini gemar mencari celah di ruang sempit sekalipun untuk dapat di kritisi.
Jadi, Jangan Hanya Beri Kita Nama Beri Kita Peta
Nama Patriot Bond sendiri sangat kuat
Ia membawa semangat kebangsaan
Ia mengajak dunia usaha dan investor untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan negeri.
Tetapi semangat patriotisme yang paling sehat bukanlah sekedar kalimat
“Percayalah kepada kami.”
Melainkan,
“Percayalah kepada kami, dan silakan lihat bagaimana kami mengelolanya dan lihatlah hasilnya.”
Itulah bedanya, Karena masyarakat tidak membutuhkan para pejabat pemerintah yang sekadar pandai meminta kepercayaan kepada masyarakat.
Masyarakat membutuhkan pemerintah yang berani membuka ruang agar kepercayaan tersebut dapat diuji.
Dan investor juga tidak membutuhkan sekadar cerita besar.
Investor membutuhkan kepastian, keterukuran, tata kelola dan jejak penggunaan dana.
JAKARTA BOND vs PATRIOT BOND Bukan Pertandingan namun Perbandingan.
Perbandingan ini bukan untuk mencari siapa yang lebih baik.
Perbandingan ini Bukan pula untuk mempertentangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Danantara atau pemerintah pusat.
Apalagi untuk menuduh Patriot Bond tidak transparan.
Tidak..!!
Justru sebaliknya,
Jakarta Bond dapat menjadi sebuah pelajaran sederhana,
“Ketika kita menghimpun dana dengan membawa nama pembangunan, semakin terang tujuan penggunaannya, semakin kuat pula kepercayaan yang di bangun.”
Karena pada akhirnya, bond bukan hanya soal berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan.
Bond adalah soal berapa besar kepercayaan yang berhasil dijaga.
Dan kepercayaan memiliki hukum yang sederhana, “semakin besar dana yang dihimpun, semakin besar pula tuntutan keterbukaannya.”
Maka publik layak berharap agar perjalanan Patriot Bond juga dapat dibuat semakin terang dan transparan.
Bukan hanya tahu untuk apa secara umum, tetapi semakin mudah mengetahui,
uangnya ke mana,
proyeknya apa,
sampai sejauh mana dikerjakan,
dan apa hasilnya bagi bangsa,
Karena setiap rupiah yang dihimpun membawa sebuah pertanyaan sederhana,
“Uang ini akan menjadi apa?”
Dan jawaban terbaik bukanlah sekadar kata-kata.
Jawaban terbaik adalah proyek yang terlihat, angka yang dapat ditelusuri, dan hasil yang dapat dirasakan.
Pada akhirnya, keterbukaan bukanlah beban bagi pemerintah yang bekerja dengan benar.
Keterbukaan justru adalah perisai terbaik bagi pemerintah yang ingin dipercaya.
Sebab, Transparansi bukan jawaban atas kecurigaan.
Transparansi adalah cara mencegah kecurigaan itu tumbuh.
Dan mungkin inilah pertanyaan paling sederhana yang layak kita titipkan kepada siapa pun yang menghimpun dana atas nama pembangunan.
“Jangan hanya meminta kami untuk percaya. Tunjukkan kepada kami alasan untuk percaya.”
#Pojok_JAKarta











































