Jakarta – Aliansi Mahasiswa & Pemuda Padang Lawas (AMPPL) kembali mengadakan aksi unjuk rasa Jilid II terkait jebol nya tanggul Pulo Payung proyek 6,8 Miliyar di depan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada hari Kamis 24 September 2026
Sebagai yang kita ketahui bahwa AMPPL telah melakukan aksi unjuk rasa yang pertama pada minggu lalau hari Jumat 18 September 2026 terkait jebolnya tanggul Pulo Payung.
Syahrul Rambe koordinator aksi unjuk rasa mengatakan dengan jelas bahwa anggaran APBD pada proyek strategis daerah Kabupaten Padang Lawas pada pembangunan tanggul Pulo Payung senilai 6.8 miliyar.
”Masa ia dengan anggaran sebesar itu, Tanggul 6.8 miliyar bisa jebol hanya dengan aliran sungai. Tanggul ini di bangun guna mengantisipasi banjir menerjang rumah warga dan juga sebagai mengatur aliran sungai ke ribuan hektar sawah program Presiden Prabowo swasembada pangan. Akan tetapi masih aja aktor-aktor yang tidak bertanggungjawab dalam hal Mark Up anggaran proyek pembangunan tanggul” ujarnya
Saat orasi Syahrul juga menegaskan bahwa hasil kajian yang telah di lakukan CV. Naga Star sebagai pemenang tender telah di atur pemenangnya sejak masa lelang proyek di lingkungan Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Palas. Selain itu fee pengaturan proyek senilai 20 % mengalir ke sejumlah elit pejabat Palas.
”Setalah kami melakukan kajian, kuat dugaan bahwa pengaturan pemenang tender proyek CV. Naga Star sudah di atur sedemikian rupa dengan fee 1.5 miliyar mengalir ke sejumlah elit pejabat Palas dari anggaran 6.8 miliyar yang di anggarkan” kata Syahrul saat orang

Jaksa tindak pidan khusus bidang laporan aduan masyarakat Brian menerima masaa aksi unjuk beraudensi mengatakan laporan ini akan menjadi perhatian serius karena jebol tanggul ini akan berdampak terhadap masyarakat apalagi sekarang musim hujan hingga akhir tahun.
”Laporan teman-teman yang telah di sampaikan minggu lalu telah sampai ke meja bidang tindak pidana khusus. Sekitar 1 kedepan akan ada hasil telaah kami dan segera menunggu instruksi pimpinan untuk tindak lanjutnya” ujar Brian Jaksa yang menerima massa aksi
Masa aksi juga menegaskan apabila di panggil untuk memberikan bukti tambahan terkait jebol nya tanggul Pulo Payung bersedia hadir dan siap mengawal isu ini hingga tuntas.



















































