
Peran Global KOWANI: Suara Perempuan Indonesia di Forum Dunia
Pada momen Peringatan hari kartini 21 April 2026, Selatan.news mewawacarai Dr. Farahdibha Tenrilemba, Ketua Koordinator (Wakil Ketua Umum) KOWANI 2024-2029 Bidang Hubungan Luar Negeri di kantor pusat Kowani.
JAKARTA— Peran perempuan Indonesia kini menembus batas domestik. Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menjadi representasi resmi suara perempuan Indonesia di berbagai forum global, mulai dari G20 hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hal itu disampaikan Ketua Koordinator KOWANI Bidang Hubungan Luar Negeri, Dr. Farahdibha Tenrilemba, dalam wawancara khusus memperingati Hari Kartini di Gedung KOWANI, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
*Mewakili Indonesia di Civil Society PBB*
Menurut Dr. Farahdibha Tenrilemba, KOWANI memiliki posisi strategis sebagai wakil Indonesia dalam jaringan organisasi masyarakat sipil di PBB. Status itu tidak lepas dari peran KOWANI sebagai federasi yang menaungi lebih dari 120 organisasi perempuan se-Indonesia.
“KOWANI itu mewakili Indonesia di forum civil society organization di PBB. Karena kita adalah payung organisasi perempuan, maka kita dipercaya menjadi delegasi Indonesia di forum-forum internasional,” ujarnya.
*Konsisten di W20 dan CSW*
Salah satu forum rutin yang diikuti KOWANI adalah Women 20 (W20), bagian dari engagement group G20 yang membahas isu perempuan secara global. Di forum ini KOWANI konsisten menyuarakan rekomendasi strategis terkait pemberdayaan perempuan, mengikuti tema yang ditetapkan negara presidensi.
“Ketika Indonesia menjadi presidensi G20 tahun 2022, seluruh isu prioritas perempuan dipegang oleh KOWANI. Kita leading di situ dan banyak rekomendasi lahir dari Indonesia,” jelas Dr. Farahdibha.
Selain W20, KOWANI juga aktif di Commission on the Status of Women (CSW), forum tahunan PBB yang mempertemukan pemimpin perempuan dunia—mulai dari kepala negara, menteri, hingga organisasi masyarakat sipil.
Dalam CSW, KOWANI membawa laporan dari akar rumput: praktik terbaik, kisah sukses, hingga tantangan perempuan di sektor pendidikan, kesehatan, sampai UMKM.
“Kami melaporkan apa yang terjadi di tingkat grassroot, dari anggota organisasi dengan berbagai fokus. Itu yang justru menjadi kekuatan Indonesia di mata dunia,” katanya.
*Perempuan dan Perdamaian Dunia*
Dr. Farahdibha menegaskan, peran perempuan bukan hanya penting untuk pembangunan nasional, tetapi juga menjaga perdamaian dunia. Menurutnya, perempuan memiliki pendekatan inklusif dan mampu menjembatani kepentingan lintas sektor.
“Perempuan itu memegang kendali perdamaian dunia. Kita bisa masuk ke semua sektor—pendidikan, ekonomi, kesehatan—dan itu semua berkontribusi pada perdamaian,” ujarnya.
Ia menekankan isu perempuan tidak bisa dibatasi pada satu kementerian. “Issue perempuan ada di semua sektor, semua kementerian. Karena itu KOWANI harus hadir di semuanya,” tegasnya.
*Dunia Belajar dari Indonesia*
Menariknya, dunia internasional justru melihat Indonesia sebagai contoh praktik sosial yang patut dipelajari. Dr. Farahdibha mengaku pernah ditanya dalam forum di Eropa mengapa Indonesia mampu menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman.
“Mereka ingin belajar dari Indonesia. Karena itu saya selalu bilang ke perempuan Indonesia—jangan menunduk di forum internasional. Kita harus angkat kepala, bukan sombong, tapi percaya diri karena dunia membutuhkan Indonesia,” pungkasnya.
Melalui kiprah di berbagai forum global, KOWANI menegaskan suara perempuan Indonesia kini tidak hanya didengar di dalam negeri, tetapi juga ikut membentuk arah kebijakan perempuan di tingkat dunia. ( M. Harun).







































