Laporan Darurat dari Desa Pematang Tengah, Tanjung Pura, Langkat — 30 November 2025
Langkat bukan sedang banjir. Langkat sedang sekarat.
Sejak Rabu, 26 November 2025, air terus naik—dan diam. Tidak surut. Tidak berhenti.
Di Desa Pematang Tengah, air setinggi 1,5–3 meter telah menenggelamkan rumah, jalan, dan harapan. Warga bertahan di atap, di lantai dua yang rapuh, di atas perahu kecil yang tak cukup untuk semua.
Tapi yang paling mengerikan bukan airnya.
Stok makanan habis total.
Toko tutup. Warung kosong. Pasar mati.
Uang masih ada di saku—tapi tidak ada yang bisa dibeli.
Bayangkan: uang di tangan, perut keroncongan, anak menangis karena lapar, dan bantuan—nihil.
“Sampai hari ini, Minggu 30 November 2025: belum ada satu pun bantuan masuk ke Pematang Tengah.”
— Alfarizi, Tim DMC di lapangan
Balita. Lansia. Ibu hamil. Mereka tidak punya cadangan energi. Setiap jam adalah hitungan mundur.
INI BUKAN KETERLAMBATAN. INI PEMBIARAN.
Ketika banjir berlangsung 5 hari tanpa respons logistik, itu bukan slow response—itu kegagalan sistemik.
Ketika warga masih berteriak dari atap rumah sementara pejabat berpidato di podium ber-AC, itu bukan komunikasi putus—itu kehilangan empati struktural.
TUNTUTAN DARURAT WARGA PEMATANG TENGAH
- Kirim bantuan makanan & air bersih SEKARANG — beras, mie instan, susu bayi, makanan siap saji (MRE), air mineral.
- Turunkan armada perahu & tim evakuasi — jangan biarkan warga terisolasi bertahan dengan sisa tenaga.
- Dirikan posko logistik langsung di desa, bukan hanya di kecamatan atau kantor bupati.
- Buka layanan kesehatan keliling — waspada DBD, diare, ISPA, dan trauma psikologis pasca-bencana.
KAMI TIDAK MEMINTA DIBELASIN. KAMI MEMINTA DILIHAT.
Jika Anda relawan, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, atau media—bantu percepat akses informasi & logistik.
Jika Anda punya jaringan, kendaraan amfibi, perahu karet, atau bahkan drone untuk pemetaan darurat—waktu Anda berharga lebih dari uang hari ini.
Kontak Lapangan:
📞 Alfarizi (DMC) +62 811-116-321 – untuk koordinasi bantuan darurat
Desa Pematang Tengah, Kec. Tanjung Pura, Kab. Langkat, Sumatera Utara
PENUTUP YANG MENUNTUT JAWABAN
Banjir bisa surut. Tapi jika nyawa hilang karena kelaparan di hadapan negara yang diam—
maka banjir ini bukan bencana alam. Ini bencana kemanusiaan yang direkayasa oleh kebisuan dan keengganan.
Jangan biarkan Pematang Tengah jadi catatan kaki sejarah:
“Mereka tenggelam—bukan oleh air, tapi oleh kelalaian.”
#SavePematangTengah
#LangkatDaruratKelaparan
#BNPBMana? #BPBDLangkatDiam?











































