ABDUL HAKIM, KETUA PANITIA IBF 2026: JARINGAN PESANTREN DAN PESERTA DARI TIMUR TENGAH DI IBF 2026 KIAN MENINGKAT
JAKARTA, 16 Juli 2026 – Abdul Hakim, selaku Ketua Panitia Indonesia Islamic Book Fair [IBF] 2026 yang akan berlangsung nanti di JICC Senayan pada tanggal 9 sampai 13 Desember 2026
menyebut jaringan peserta IBF tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Hal itu disampaikannya saat Launching IBF 2026 di PDS HB Jasin, Taman Ismail Marzuki [TIM], Cikini Jakarta, kamis [16/7/2026].
” Yang ada di dalamnya, jaringan Pesantren itu ada lebih jumlahnya 155 pesantren,” ujar Abdul Hakim.
Ia menambahkan, jumlah negara peserta juga bertambah. “Sebelumnya sudah ada 6 negara sebagai peserta. Biasanya lebih ke buku-buku berbahasa Arab terbitan Timur Tengah, tetapi juga ada yang terjemahan,” katanya.
Perluasan Segmen: Kampus, Sekolah, hingga Pemerintah pada Usia pameran yang ke-24 ini.
Abdul Hakim menjelaskan IBF 2026 tidak hanya menyasar penerbit dan toko buku. Tahun ini segmen peserta diperluas.
“Tahun 2025 belum ada IBF untuk kampus, sekarang IBF 2026 telah ada.”
Kehadiran sekolah-sekolah Islam, kehadiran toko buku, juga lembaga-lembaga pemerintah. Ada beberapa produk lembaga pemerintah yang akan bergabung untuk memaksimalkan pelaksanaan,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran santri, penulis, editor, komunitas pembaca hingga keluarga menjadi bagian penting.
“Nanti kita akan sambungkan berbagai di event ini. Santri dan pelajari itu profesional muda. Kita sambungkan dengan jaringan perkantoran, kemudian demikian juga dari keluarga,” ujarnya.
Untuk penghargaan buku, panitia mencatat ada 222 buku yang dikirim untuk menjadi nominasi pada IBF 2025.
“Di tahun 2025 kemarin ada 222 buku yang dikirim untuk menjadi nominasi, untuk menjadi buku yang diseleksi, sedangkan di tahun ini diharapkan lebih banyak lagi,” ungkapnya.
“Selain tokoh perempuan, akan ada tokoh yang turut aktif menjadi bagian dunia perempuan. Kita pilih tokoh atau orang yang memiliki pengaruh terkait dengan dunia buku. Dan ini yang ditunggu,” katanya.
BSI sebagai partner dari tahun ke tahun terus mendukung Literasi Digital dan Promosi. Abdul Hakim juga mengungkapkan peran dukungan digital dalam promosi IBF 2026.
“Dengan dukungan digital kita tahu. Sungguh saya tahu bahwa BSI mempunyai kekuatan market kepada nasabah dan itu akan menjadi otomatis sasaran informasi promosi dari pelaksanaan ini,” ujarnya.
Ia menutup dengan ajakan agar IBF menjadi gerakan bersama umat Islam.
“Buat Bapak Ibu sekalian kami harapkan psrtisipasinya guna memeriahkan, serta mengambil keberkahan bersama. Karena kita menjadi bagian penting dari IBF 2026, milik umat Islam dan masyarakat Indonesia,” tutup Abdul Hakim.
Acara Islamic Book Fair yang akan berlangsung nanti di jicc Senayan pada tanggal 9 sampai 13 Desember 2026. IBF 2026 kini telah memasuki tahun ke-24.











































