Jakarta – Lembaga Kajian Strategis Indonesia (LEMKASI) menilai polemik terkait pengadaan motor listrik dan atribut program oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah berkembang dengan narasi yang tidak sepenuhnya utuh dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Ketua Umum LEMKASI, Zul Saddam, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memang membutuhkan dukungan logistik, mobilitas, serta standar operasional dalam skala nasional.
Menurutnya, pengadaan motor listrik harus dilihat sebagai langkah strategis untuk mempercepat distribusi layanan gizi, terutama di daerah dengan akses terbatas, sekaligus mendukung kebijakan transisi energi bersih pemerintah.
“Melabeli kebijakan ini sebagai pemborosan adalah penilaian yang terlalu sederhana dan tidak melihat kebutuhan riil program nasional,” ujar Zul Saddam pada awak media, Kamis (16/4/2026).
Terkait pengadaan atribut seperti kaos dan perlengkapan lainnya, LEMKASI menegaskan hal itu merupakan bagian dari standardisasi dan identitas petugas di lapangan, yang penting untuk menjaga profesionalitas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program.
LEMKASI juga memastikan bahwa seluruh proses pengadaan BGN berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Kehadiran lembaga pengawas seperti KPK justru menjadi bagian dari sistem kontrol yang memperkuat tata kelola, bukan indikasi pelanggaran.
Selain itu, LEMKASI menilai maraknya narasi negatif yang beredar patut diduga sebagai upaya menggiring opini yang dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap program strategis pemerintah.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap kritis dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak semua pihak melihat persoalan ini secara objektif agar tidak terjebak pada opini sepihak yang justru bisa menghambat program penting bagi masa depan bangsa,” tutup Zul Saddam.
LEMKASI menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah BGN dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.












































