Jakarta- Pengamat Sosial-Politik M. Mahatir menilai laporan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) ke Bareskrim Polri tidak tepat. Mahatir menjelaskan bahwa tidak ada unsur penghasutan atapun makar dalam pernyataan Budie Arie. Seperti yang dilaporkan.
Laporan tersebut berawal dari viralnya video Budie Arie disamping Presiden ke-7 Jokowi. Budie Arie menyampaikan analisis mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029.
“Inikan sangat jelas, analisis pribadi beliau atas kemungkinan terjadi momentum politik atau pemilu lebih cepat, bagaimana sikap yang harus dijalankan, itu artinya bisa saja analisis itu terjadi atau sebaliknya. Dan kemungkinan besar sangat-sangat tidak terjadi karena prosesnya tidak semudah itu,”. Kata Mahatir
Disinilah, Mahatir menilai bahwa tidak ada unsur hukum atau pidana yang dapat menjerat Budie Arie. Karena itu murni analasis pribadi, sah-sahnya dalam dunia demokarsi.
“Da juga sangat tidak tepat, dan tidak beralasan jika pernyataan itu dikriminalisasi,” Tegas Mahatir.
TETAP DUKUNG PEMERINTAHAN Prabowo-Gibran
Justru, Mahatir menilai analisis itu muncul karena bentuk kecintaannya kepada Prabowo-Gibran. Jangan sampai apa yang ada difikiran beliau itu terjadi, dan kalaupun terjadi, sikap atau langkah seperti apa yang akan dilakukan.
“Faktanya jelas, bahwa dukungan Budi Arie pada Pilpres 2024 secara resmi kepada pasangan Prabowo-Gibran. Ini kan fakta sejarah yang tidak terbantahkan,”. Jelas Mahatir
Dimana Projo secara resmi memberikan dukungan kepada Prabowo sebagai Capres pada 14 Oktober 2023. Deklarasi itu dilakukan setelah pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI.
Bahkan, dukungan Budie Arie kepada Prabowo-Gibran semakin kuat, dan tidak bergeser walaupun sejengkal.
“Itu artinya bahwa kecintaan Budie Arie kepada Pemerintahan Prabowo masih sama, tidak ada perubahan, kalaupun ada perubahan ya semakin cinta, dan sangkin cintany, muncullah analisi-analisis itu,,”. Kata Mahatir
Terkahir, Mahatir mengajak semua lapisan masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu makar, hasutan dan sebagainya terkait pernyataan itu. Itu murni insting karena cinta beliau kepada Pak Presiden dan Republik ini.











































