PACITAN, SELATAN NEWS – Kandidat doktor Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Hj. Maslachah, S.Pd.I, M.Pd, resmi mengemban amanah sebagai Kepala SMAN 2 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut mendapat penugasan memimpin sekolah yang berada di kawasan pegunungan dengan fokus pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter peserta didik, dan pengembangan prestasi sekolah.
Maslachah mengaku sempat merasa cemas ketika mengetahui lokasi penugasannya berada di Pacitan. Namun, dukungan suami dan ketiga anaknya membuat ia mantap menerima amanah tersebut.
“Awalnya saya agak cemas karena penempatannya di Pacitan. Tetapi alhamdulillah suami dan anak-anak sangat mendukung. Kami yakin semua adalah takdir terbaik dari Allah,” ujarnya.
Pelantikan Maslachah sebagai kepala sekolah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada 3 Juni 2026. Sebelumnya, ia menerima informasi penugasan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk sebelum memperoleh surat tugas resmi.
Karier Maslachah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dimulai pada 1 April 2006 sebagai guru PAI di SMAN Pace, Kabupaten Nganjuk. Selanjutnya, ia bertugas di SMAN Patianrowo dan dipercaya menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Menurut Maslachah, jabatan kepala sekolah merupakan kesempatan untuk memperluas kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Saya ingin ikut membangun karakter peserta didik melalui kebijakan-kebijakan pendidikan. Selain itu, saya ingin membuktikan bahwa guru PAI juga memiliki kompetensi yang sama untuk memimpin lembaga pendidikan,” katanya.
Dalam memimpin SMAN 2 Ngadirojo, Maslachah mengusung jargon MAJU sebagai arah pengembangan sekolah. MAJU merupakan akronim dari Mandiri, Adaptif, Juara, dan Unggul.
Mandiri dimaknai sebagai kemampuan berpikir dan bertindak secara mandiri. Adaptif berarti mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta perubahan zaman. Juara diarahkan pada peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik hingga tingkat nasional dan internasasional, sedangkan Unggul menitikberatkan pada penguatan karakter, layanan pendidikan, dan kualitas lulusan.
Untuk mendukung visi tersebut, Maslachah menyiapkan sejumlah program, di antaranya SMADA Ngadirojo Berprestasi, Sekolah Ramah Berkarakter, Green School dan Ketahanan Pangan, Guru Hebat Sekolah Hebat, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), orang tua, alumni, dan masyarakat.
Ia berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menjadikan SMAN 2 Ngadirojo sebagai salah satu sekolah pilihan masyarakat di Pacitan.
Di luar aktivitasnya sebagai pendidik, Maslachah juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Nganjuk periode 2009–2013 dan kini menjadi Dewan Pembina. Ia juga dipercaya sebagai Dewan Ahli Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Nganjuk.
Riwayat pendidikannya dimulai dari MAN Nglawak Kertosono sambil menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Ula Nglawak. Ia menyelesaikan studi S-1 Pendidikan Agama Islam di STAI Miftahul Ula, meraih gelar magister bidang Supervisi Pendidikan di Universitas Islam Malang melalui beasiswa Departemen Agama RI, dan saat ini sedang menyelesaikan Disertasi Studi Islam untuk maju Sidang Tertutup Promosi Doktor di UIN Syekh Wasil Kediri.
Maslachah menilai tantangan terbesar dalam memimpin SMAN 2 Ngadirojo bukan hanya kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah pegunungan, tetapi juga membangun kepercayaan diri seluruh warga sekolah agar mampu mewujudkan perubahan.
“Tantangan ke depan adalah membangun kepercayaan diri seluruh warga sekolah. Kita harus yakin bahwa sekolah ini mampu berkembang dari sekolah yang baik menjadi sekolah yang lebih maju,” ujarnya.
















































