Temanggung, Selatan News -Isue Presiden Palsu mendunia, Setelah Top Ranking Koruptor Sejagat (#OCCRP) dan Bapak Anak Haram Konstitusi. Ijazah palsu Joko Widodo telah menjadi berita dunia, meski lebih banyak di media regional dan jurnal pendidikan. Media memberitakan di antaranya;
University World News,The Star (Malaysia),The Jakarta Post , dan lain-lain.Padahal Bareskrim secara resmi menyatakan Ijazah Jokowi identik atau asli, namun pada hari berikutnya ternyata banyak kesalah data dan bukti yang berlawanan dengan pengakuan Jokowi sendiri.Misalnya, Bareskrim menyatakan Jokowi KKN 1983, sedangkan Jokowi mengaku KKN 1985.
Menurut Pemerhati Hukum Tata Negara Agus Sapto Prasetio (“Asli”! Alumni UNDIP), dari perspektif moral dan akhlak itu sederhana dan terang. Dalam pendekatan perspektif moral dan akhlak, sebenarnya sangat mudah, gamblang dan cepat penyelesainnya. Pihak yang disangka memiliki ijazah palsu cukup menunjukkan ijazahnya, dan ini dijamin UU Informasi Publik. Hanya orang bermoral dan berakhlak mau menunjukkan kebenaran, mecegah kegaduhan,fitnah dan kemaksiatan.Bukan malah melakukan kriminalisasi terhadap orang yang mencari kebenaran dan memberikan kesaksian hukum.
Dari Perspektif Hukum Isue Presiden Palsu mendunia, celakanya yang menjadi sorotan dunia adalah gelap hukum yang akhirnya melegalisir kepalsuan mantan presiden,dan yang paling teraniaya secara pembunuhan karakter adalah dunia pendidikan!Tak ada rasa malukah para aparat hukum kita?Bagaimana pula kampus sebesar UGM yang mulai santer disebut-sebut sebagai Universitas Gelap Mulyono?






































