JAKARTA, 29 OKTOBER 2026 – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menggelar Diskusi Publik Refleksi Sumpah Pemuda bertajuk “Gotong Royong Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” yang berlangsung di Aula Margasiswa 1, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi lintas organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan pimpinan organisasi Cipayung Plus serta berbagai aktivis gerakan pemuda.
Dalam sambutannya, Ketua Presidium PP PMKRI, Christian A.D. Rettop, menekankan pentingnya menjaga soliditas dan semangat kolaborasi antarelemen pemuda dalam mengawal arah perjalanan bangsa. Menurutnya, dinamika dan napas sejarah peradaban Indonesia sejak era Budi Utomo, Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi tidak pernah terlepas dari kontribusi aktif pemuda.
”Nadi pemuda dan denyut sejarah bangsa itu ibarat dua sisi keping logam yang tidak pernah bisa dipisahkan. Peradaban bangsa hari ini ditentukan oleh eksistensi dan peran aktif pemuda. Kita memiliki semangat dan keprihatinan yang sama terhadap situasi bangsa hari ini, serta punya cita-cita besar untuk mengawal sistem bernegara berjalan sesuai dengan harapan bersama,” ujar Christian.
Lebih lanjut, Christian menegaskan posisi strategis mahasiswa dan pemuda di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemuda harus mengambil peran sebagai mitra kritis yang konstruktif.
”Sebagai mitra kritis, kita mempunyai tanggung jawab moril untuk mengawal dan mengontrol roda pemerintahan agar tetap berjalan dengan baik, demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur bagi seluruh rakyat,” tegasnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi, diskusi publik ini dirancang untuk melahirkan gagasan-gagasan akademis dan solutif dari berbagai perspektif disiplin ilmu guna merespons pelbagai isu krusial bangsa saat ini.
Sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi pemuda hadir serta dijadwalkan menjadi narasumber, di antaranya tokoh aktivis gerakan, pimpinan Cipayung Plus, hingga perwakilan pemerintah seperti Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo.
Sebagai wujud penegasan komitmen perjuangan dan perawat semangat persatuan, kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda secara khidmat oleh seluruh pimpinan organisasi dan peserta yang hadir.















































