Wamen HAM Dan Anggota DPR Komisi III Hadiri Dialog Nasional Founder Swarna Dwipa Institute Imanuel Frans Saragih: HAM Jadi Pilar Penting Menuju Indonesia Emas
JAKARTA, Founder Swarna Dwipa Institute, Imanuel Frans Saragih, menegaskan bahwa pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi salah satu pilar penting dalam membangun bangsa ke depan, terutama bagi generasi muda yang hidup di era digital.
Hal itu disampaikannya seusai Dialog Nasional Sumpah Pemuda yang digelar Swarna Dwipa Institute di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Jumat (31/10/2026).
“Terima kasih kepada teman-teman jurnalis yang sudah hadir di acara kami di dialog kedua ini,” ujar Imanuel mengawali wawancara.
Ia menjelaskan, jika pada Agustus lalu Swarna Dwipa Institute mengangkat tema kedaulatan bangsa, maka pada bulan ini pihaknya sengaja mengangkat tema Sumpah Pemuda dengan menghadirkan Wakil Menteri HAM, Mugiyanto Sipin, sebagai pembicara utama.
“Khusus untuk hari ini, speaker kita kan Pak Mugiyanto, beliau tadi sudah memberikan pemaparan mengenai perlunya pemahaman HAM untuk para generasi muda. Bahkan tadi ada yang menanyakan mengenai HAM modern, yang memang saat ini anak-anak muda kita hidup di era digital,” katanya.
Menurutnya, Swarna Dwipa Institute hadir untuk memberikan pemahaman yang seharusnya langsung dari sumbernya.
“Oleh karena itu kita mencoba menyelenggarakan ini agar anak-anak itu mendengar dari sumbernya langsung. Kita menggunakan analogi. Karena HAM ini akan menjadi salah satu hal penting dalam membangun pilar-pilar bangsa ke depan. Apabila HAM itu ditegakkan dengan sebenar-benarnya, maka percayalah Indonesia akan berjalan lurus ke depan,” tegas Imanuel.
*Lanjutkan Perjuangan Menuju Indonesia Emas*
Imanuel menambahkan, sebagai generasi yang aktif di era Reformasi 1998, pihaknya merasa masih ada perjuangan yang perlu dilanjutkan. Hanya saja, bentuk perjuangannya kini berbeda.
“Kami melihat bahwa anak-anak muda kita perlu mengingat kembali. Kami berasal dari generasi yang boleh dikatakan sebagai aktivis 98. Oleh karena itu kami memaknai masih ada perjuangan yang perlu dilanjutkan. Perjuangannya sekarang berbeda, yaitu perjuangan bagaimana menciptakan generasi-generasi muda ke depan menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Ia berharap dialog-dialog yang digelar Swarna Dwipa Institute dapat memberikan pencerahan bagi generasi muda.
“Bahasan-bahasan daripada dialog-dialog yang kami adakan ini berbeda-beda. Pada Agustus kita bicara mengenai kedaulatan bangsa, pada bulan ini kita bicara mengenai Sumpah Pemuda, sejarah, implementasi, dan juga bagaimana menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

















































