JAKARTA – Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, pasang badan membela para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia secara tegas menepis tuduhan miring yang menyebut para pengelola atau pemilik dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertindak rakus dan hanya mengejar keuntungan finansial pribadi semata.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiat saat hadir sebagai narasumber dalam mega talkshow Suara Nusantara di Nusantara TV pada Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, anggapan bahwa para mitra mencari keuntungan tidak wajar dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini adalah hal yang keliru dan tidak berdasar.
“Jangan sebut pemilik dapur SPPG itu rakus atau hanya memikirkan cuan. Yang terjadi di lapangan justru sebaliknya, ini adalah wujud nyata gotong royong masyarakat,” ujar Sugiat.
Sugiat membeberkan fakta bahwa demi menyukseskan program nasional ini, sekitar 27.000 pemilik SPPG di seluruh Indonesia harus merogoh kocek sendiri untuk modal awal. Investasi mandiri yang dikeluarkan para mitra tidaklah sedikit, yakni berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar per unit dapur untuk membangun infrastruktur serta menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.
Ia menilai, jika para pemilik SPPG hanya berorientasi pada bisnis harian pendek, nilai investasi sebesar itu tidak akan sebanding dengan perputaran keuntungan yang didapatkan.
“Pengorbanan finansial dan tenaga yang dikeluarkan oleh ribuan mitra ini murni didasari oleh semangat kolektif untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak sekolah demi menyongsong Indonesia Emas.
Lebih lanjut, politisi Gerindra ini juga menambahkan bahwa apabila ke depan ditemukan adanya kendala teknis atau beberapa unit dapur yang bermasalah, hal tersebut harus dilihat sebagai bagian dari proses evaluasi demi perbaikan tata kelola.
Menurutnya, hal itu tidak boleh mengabaikan kontribusi besar serta semangat gotong royong yang telah ditunjukkan oleh ribuan pengusaha lokal dan masyarakat yang menjadi tulang punggung operasional SPPG di daerah.














































